Archive for March, 2006

When I fall In Love

Wednesday, March 29th, 2006

Hari ini gw mau nyanyi ah…..

When I Fall In Love

When I fall in love,
it will be forever,
or I’ll never fall in love.

In a restless world,
like this is
love is ended before its begun
and too many moonlight kisses
seem to cool in the warmth of the sun.

When I give my heart
it will be complete
or I’ll never give my heart (oo let me give my heart)

And the moment I can feel that you feel that way too
(I feel that way too)
is when I’ll fall in love
(I’ll fall in love)
with you

When I fall in love,
it will be forever
or I’ll never fall in love
(oo I’ll never never fall in love)
in a restless world like this is
love is ended before its begun
and too many moonlight kisses
seem to cool in the warmth of the sun

When I give my heart,
it will be complete

or I’ll never give (I’ll never give)
my heart (oo I’ll never give my heart)
and the moment I can feel that you feel that way too
is when I’ll fall in love
when I’ll fall in love
when I’ll fall in love with you.

Guru, akan selalu jadi Guru…

Monday, March 27th, 2006

Seorang guru tetap akan menjadi seorang guru, tidak akan pernah ada kata-kata mantan guru, atau bekas guru. Sekali guru tetap akan menjadi guru. Dan seorang murid, tetap akan mengingat guru itu, sepanjang hidupnya.
Saat ini SMA gw mendapatkan cobaan. Berawal dari suatu kasus seorang siswa, hingga berkembang menjadi suatu berkas di kepolisian. Gw gak tau gmn kronologis sebenarnya dan awal mulanya. Tapi yang ada sekarang, guru gw dilaporkan ke kepolisian dengan tuduhan “perbuatan tidak menyenangkan”.
Karena gw blm tau duduk perkaranya dengan jelas, gw anggap aja bahwa Guru gw ini berada di pihak yang benar, karena gw, dan seluruh teman-teman gw tau kapabilitas beliau. Beliau seorang guru yang paling disegani di SMA gw karena memang beliau pantas untuk disegani. Tingkah lakunya, ilmunya membuat beliau jadi disegani. Bukan berarti gw tidak segan dengan guru lain. Ada suatu kharisma di dalam diri beliau sebagai guru.
Menurut versi yang sudah beredar, semuanya dimulai ketika beliau menangkap basah seorang murid sedang memutar video porno di HP-nya, pada saat jam pelajaran. Kemudian kasus ini berkembang sehingga melibatkan seorang murid lainnya. Jadilah kedua murid tersebut, memperoleh sanksi sebagaimana mestinya. Karena memutar video porno di sekolah adalah pelanggaran berat. Seiring berkembangnya kasus, tiba-tiba saja beliau memperoleh surat pemanggilan dari pihak kepolisian. Dan kalo tidak salah, pihak sekolah mendapat gugatan ke PTUN, dari orang tua siswa yang bersangkutan.
Gw memang bukan orang hukum, tapi melihat asal muasal, gugatan dengan dasar “perbuatan tidak menyenangkan” itu sama sekali tidak beralasan. Bagaimanapun juga, sekolah adalah institusi pendidikan. Ketika mendapati bahwa terjadi pelanggaran terhadap norma-norma yang berlaku, maka sekolah berhak menjatuhkan sanksi, apalagi norma-norma tersebut dilanggar dalam waktu jam sekolah.
Yang sangat disayangkan disini, sebetulnya orang tua kedua siswa tadi juga merupakan orang-orang yang terlibat di institusi pendidikan juga. Namun yang ada, ketika yang melanggar norma itu adalah orang-orang terdekat mereka, dalam hal ini anak, seakan-akan mereka gelap mata bahwa anak mereka sudah melanggar norma-norma yang ada dan mengguanakan dalih “perbuatan yang tidak menyenangkan”. Mereka lupa, apabila pada akhirnya tuduhan mereka itu tidak terbukti (benernya kualifikasi perbuatan tidak menyenangkan apa yah?) mereka dapat dituntut ganti dengan dalih “pencemaran nama baik”.
Well.. semoga saja kasus ini dapat selesai dengan baik dan pihak-pihak yang bersalah (dalam hal ini, gw harap orang tua yang melaporkan ke polisi) menyadari kekeliruannya.

Yang membuat gw sedih adalah gw gak bisa hadir langsung untuk memberikan dukungan yang rencananya akan diberikan oleh rekan-rekan alumni pada tanggal 29 maret besok. Namun gw bangga, bahwa ikatan persaudaraan antar alumni kita demikian kuat, sehingga respon yang diberikan sangat banyak. Banyak diantara rekan-rekan alumni mungkin sudah meninggalkan jombang lebih dari 5 tahun, namun mereka mau meluangkan waktunya untuk memberikan dukungan moril baik melalui e-mail ataupun hadir langsung di SMA 2 besok.

Semoga saja dukungan para alumni tidak sia-sia dan nama baik SMA 2 Jombang dan Guru tercinta kami dapat pulih seperti sedia kala.

Ga jadi ah…

Friday, March 24th, 2006

Gw tadinya pingin nulis, tapi mendadak lupa apa yang mo ditulis… jadi, ga jadi ah…. :P
*gosh, I miss everyone in my life….
sabar angga, blm juga sebulan
*iya, tapi aku kangen…. kangen rumah, kangen shiro, kangen suasana rame, kangen macet
trus ntar kalo udah ketemu ama mereka semua, ribut? kamu kan suka gitu
*iya sih… sigh… sometimes aku ga tau, aku ini pingin apa…
ya udah, jalanin aja dulu semua ini, sapa tau dapet extra bonus yang kamu pinginin selama ini ;) *iyalah… thanks yah… I’ll try to be tough….

jadilah gw nobrol ama orang di samping gw aja… :D

New city, new story

Wednesday, March 22nd, 2006

Sejak kecil, gw selalu ikut bokap gw kemanapun dia bertugas. Kebetulan tugasnya muter-muter ke unit produksi perusahaannya. Selama 24 tahun kehidupan gw, gw hidup di 7 kota. Kalo dirata-rata, gw menghabiskan 3 tahun lebih dikit di masing-masing kota. Kini, di umur gw yang ke 24, gw menginjakkan kaki di kota ke-8 yang gw tinggali. Gw ga tau akan berapa lama gw di kota ini. Kalo menurut rencana, paling nggak gw bakal disini selama 1 tahun, tapi seperti kita tau, manusia berencana, tuhan menentukan.
Kota ini bener-bener baru buat gw, baik secara pekerjaan, lingkungan, kebudayaan, dan berbagai aspek-aspek lainnya. Gw yang selama 5 tahun ini terbiasa hidup di kota metropolitan (bentar lagi sih rencananya pingin jadi megapolitan), dengan segala fasilitas dan kemewahan. Dimana duit 1-2 juta ga bermakna bagi sebagian orang. Kini gw hidup di sebuah kota yang yah, mungkin 150 derajat berbeda. Kalo dulu gw bisa dpt internet 24 jam, TV cable, film-film terbaru di bioskop ataupun DVD, gadget-gadget terbaru, dan segala macam tetek bengek informasi dan sarana prasarana lainnya. Kini gw harus siap hidup dengan segala keterbatasan fasilitas yang ada.
Tapi setiap kota memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Mungkin gw gak perlu ceritain semua. Mungkin gw cerita dari jaman gw SMA. Disinilah mungkin cerita-cerita gw berasal. Mulai gw tau yang namanya jatuh cinta, nguber-nguber cewe. Menjadi salah satu orang paling nyebelin di sekolah, dan banyak kisah sedih dan senang lainnya. Oh ya, tak lupa awal dari sebuah persahabatan yang terjalin hingga 10 tahun lebih.
Kemudian pindah ke kota berikutnya, ketika gw mulai kuliah. Dengan pola hidup dan kebudayaan yang berbeda, walaupun ga 180 derajat. Perlahan-lahan gw mulai berubah. Apalagi disini gw memulai babak baru kehidupan gw, pacaran. Gosh, dunia berasa berubah semenjak itu. Setelah itu, gw mengenal dunia kerja disini. Dimana manusia-manusianya menghabiskan separuh waktu hidup mereka di jalan dan kantor. Dan kemudian bersenang-senang hingga 2 hari pada saat weekend. Dimana gw melihat bagaimana Harta, Tahta, dan Wanita bisa menghancurkan kehidupan seseorang. From hero to Zero. Bagaimana gw mulai mengenal hal-hal baru yg selama ini selalu gw anggap tabu.
Kini gw menghadapi sebuah kota baru, bekerja dengan orang-orang yang baru. Dengan model perusahaan yang juga benar-benar baru, berbeda dengan perusahaan gw sebelomnya. Apakah gerangan cerita yang menanti gw disini ? Setiap kota meninggalkan beragam kenangan buat gw, ada kenangan yang menyenangkan, gak sedikit pula kenangan yang menyedihkan. Kuharap, apapun kenangan yang akan terbentuk nantinya akan selalu ada di dalam hati dan memori gw.